58% ≠ 100% — probability matters
Berapa kali lo dengar itu? Berapa kali lo hold losing position karena "yakin gap bakal filled"? Spoiler: matematikanya nggak sesimple itu.
Itu data dari 5000+ gap di SPY 2015-2024. Artinya: 42% gap TIDAK terisi dalam sebulan. Kalau lo hold posisi based on "pasti filled", lo main dengan odds 42% loss.
Gap karena low volume overnight, nggak ada catalyst signifikan. Ini paling sering terisi karena gap-nya kecil + nggak ada momentum kuat. Safe bet kalau lo trade gap fill.
Gap karena strong catalyst (earnings beat, FDA approval, merger news). Ini gap yang JARANG terisi karena fundamentals change. Kalau lo bet fill ini, lo ngelawan trend.
Gap di tengah uptrend/downtrend yang kuat. 50-50 odds — kadang terisi saat pullback, kadang nggak. Conditional: kalau lo gap fill trade ini, pakai tight stop loss.
✓ Volume < 50% avg saat gap terjadiArtinya gap karena low liquidity, bukan conviction — easy fill.
✓ Gap size < 2% hargaGap kecil lebih sering terisi. Gap > 5% biasanya karena catalyst kuat = susah fill.
✗ Gap setelah earnings / news majorBreakaway gap — 69% nggak terisi. Skip.
Kalau lo trade gap tanpa cek context (type, volume, catalyst), lo gambling. Common gap = 78% odds. Breakaway gap = 31% odds. Know the difference.
Atau share ke trader yang masih percaya mitos 100% gap fill rate.