Spoiler: bukan karena AI-nya jelek
Semua elemen ada: melody, chord, drum, bass. Tapi pas didenger bareng, kedengeran kayak demo MIDI yang belum di-humanize.
Problem utama: dynamics — atau tepatnya, lack of it.
Track yang hidup: ada momen loud, momen quiet, ada build-up, ada drop. Track yang flat: semua elemen volume sama dari awal sampai akhir.
Default behavior: kick, snare, hi-hat, bass, melody — semua di dynamic range yang mirip-mirip. Hasilnya: jadi satu blob sound tanpa focus.
Manusia main drum? Ada accents, ada ghost notes. AI generate? Semua hit sama kencengnya — robot vibes.
Machine precision ≠ musical feel
AI sering generate track yang full-band langsung dari intro. Nggak ada build-up, nggak ada tension release. Flat progression = boring listen.
Lu nggak perlu re-generate track. Cukup tweak 3 hal post-AI.
Verse: vocal/lead di -3dB
Chorus: vocal/lead di 0dB (full)
Bridge: drop ke -5dB buat tension
Instant dynamics fix dengan 3 automation points.
DAW tools biasanya punya humanize function. Apply ke drum + rhythm parts → instant groove.
Remove bass + pad di 8 bar pertama. Build-up dari sparse ke full = progression natural.
Apply 3 fix ini ke track berikutnya — hear the difference immediately