Terus launch. Crickets. Gak ada yang sign up.
Kenapa?
Atau lebih tepatnya: lo asumsi ada problem — tapi nggak pernah validate apakah itu problem yang worth dibayar buat diselesaiin.
Ini classic founder trap.
Wrong. Lo butuh feedback SEBELUM selesai — bukan setelah.
Build in public. Show wireframe. Show prototype. Kalau gak ada yang excited di tahap konsep, product perfect juga gak bakal save it.
"Gue pakai Next.js + Supabase + Tailwind — clean architecture banget."
Cool. Tapi apakah user lo peduli tech stack lu?
Mereka cuma peduli: "Does this solve my problem faster/cheaper/better than current solution?"
Fall in love with the problem, not your solution.
— Every smart founder ever
Bukan poll di Twitter. Bukan Google Form. Ngobrol 1-on-1 — 30 menit minimum.
Tanya: "Gimana lo solve problem ini sekarang? Berapa banyak waktu/duit lo buang buat workaround?"
Kalau mereka bilang "Ah gapapa sih, gue udah biasa" — itu artinya problem lo nggak urgent buat mereka.
1. Talk to 10-20 people di target market lo. Real conversation.
2. Build landing page dengan value prop + pricing — sebelum build product.
3. Pre-sell — "Product ready 4 minggu lagi. Mau booking spot sekarang?"
Kalau gak ada yang mau bayar di tahap ini, product selesai juga gak bakal laku.
Code quality itu penting — tapi itu step #5.
Step #1-4:
Atau tag 1 developer yang butuh reminder ini: validation > perfection.