Pilih Homeschool buat Anak
Seolah-olah ini keputusan gegabah. Padahal, ini keputusan yang paling gue pikirkan matang-matang.
Tapi: apa gue sanggup jadi guide yang anak butuh tiap hari?
Spoiler: ternyata gak perlu jadi sempurna. Cukup hadir aja.
Kami belajar pas anak fit. Istirahat pas butuh. Sesimpel itu.
Gak ada yang maksa pindah topik karena "kurikulum harus lanjut." Curiosity anak yang nentuin pace.
Dan lo tau? Mereka inget semua. Karena mereka yang mau belajar.
Yang gue lihat: apakah anak bisa regulate emosinya? Apakah dia curious? Apakah dia tahu cara minta tolong?
Skill hidup ini yang gak ada di rapor.
Playdate 2x seminggu dengan teman homeschool lain
Kelas seni mingguan (musik / drama)
Field trip bulanan bareng komunitas
Sosialisasi bukan soal kuantitas. Soal kualitas interaksi.
Gue nggak miss momen anak pertama kali baca sendiri. Pertama kali dia paham konsep perkalian. Pertama kali dia bilang "Mama, aku pengen belajar ini."
Gue ada di sana. Dan itu privilege yang gak semua parent punya.
Atau share ke teman yang nanya "Kok berani sih?" β ini jawaban gue π«Άπ»