Dosen penguji langsung tau. Lo nggak.
Ada yang dicabut gara-gara plagiarisme. Ada yang ditarik karena data fabricated. Tapi yang masuk daftar pustaka lo tetep dianggap "kredibel".
Lo nggak. Mereka bisa cross-check dalam 10 detik apakah jurnal yang lo sitasi masih sah atau udah dicabut.
Sementara lo baru tau pas sidang. Telat.
jurnal dicabut per tahun
Dari plagiarisme, data manipulation, sampai conflict of interest yang nggak disclosed. Database lo update kapan terakhir?
Bukan Elsevier, Springer, atau IEEE. Website abal-abal dengan nama mirip publisher legit.
Jurnal legit reject 60-80% submission. Kalau semua diterima, itu pay-to-publish scheme.
Claim IF tinggi tapi nggak ada di Scopus/WoS. Fake metrics buat jebak researcher.
Database yang track semua jurnal yang dicabut sejak 1970. Lo? Pakai Google Scholar doang yang nggak filter retracted papers.
Satu sitasi jurnal retracted bisa diskualifikasi seluruh argumen lo.
— dosen penguji universitas negeri
Copy-paste DOI jurnal lo. Kalau muncul hasil = jurnal dicabut. Kalau nggak = aman (for now).
Cek sekarang. 10 menit buat validasi 30-40 sitasi lebih murah daripada redo BAB 2 gara-gara 1 jurnal retracted.
Lo udah ngabisin waktu 6 bulan nulis. Masa kalah sama hal sepele kayak gini?
Atau share ke temen seperjuangan yang lagi revisi daftar pustaka. 1 reminder bisa save mereka dari drama.