Hipotesis. Dosen reject. Kenapa?
Terus teori lo bahas Z. Dosen baca: "Ini nggak nyambung." Lo bingung kenapa.
Teori itu landasan argumen lo. Kenapa X bisa pengaruh Y? Karena teori Z bilang begitu. Kalau teori lo nggak ngejelasin hubungan itu, teori lo salah pilih.
Dosen bukan nyari "udah ada Bab 2 belum" — tapi "Bab 2 lo defend hipotesis lo atau nggak?"
Lo bahas Motivasi — terus lo masukin Maslow, Herzberg, McClelland. Overkill.
Teori yang direct explain variabel lo. Kalau hipotesis lo tentang engagement → pilih teori yang operasionalize engagement, bukan general motivation.
Kalau jawabannya: "Gak langsung, tapi related" → skip. Lo butuh direct link.
Hipotesis:
"Kualitas Layanan → Loyalitas"
✕ Salah: Teori Motivasi Maslow
✓ Bener: Service Quality (Parasuraman) + Customer Loyalty (Oliver)
Notice: teori yang bener directly operationalize kedua variabel.
Kalau lo gak bisa
trace dari teori
ke hipotesis
dalam 1 kalimat,
teori lo
salah pilih.
— Kriteria sederhana yang
solve 80% masalah Bab 2
Share ke temen yang Bab 2-nya reject gara-gara teori nggak nyambung 📊